chupp pucinno

no boy no cry :p

DASAR KOMPETENSI KEJURUAN MULTIMEDIA

A. DASAR KOMPETENSI KEJURUAN
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1. Merakit personal computer 1.1 Merencanakan kebutuhan dan spesifikasi
1.2 Melakukan instalasi komponen PC
1.3 Melakukan keselamatan kerja dalam merakit komputer
1.4 Mengatur komponen PC menggunakan software (melalui setup BIOS dan aktifasi komponen sistem operasi)
1.5 Menyambung periferal menggunakan Software
1.6 Memeriksa hasil perakitan PC dan pemasangan periferal
2. Melakukan instalasi sistem operasi dasar 2.1 Menjelaskan langkah instalasi sistem operasi
2.2 Melaksanakan instalasi software sesuai Installation Manual
2.3 Mengecek hasil instalasi menggunakan software (sampling)
2.4 Melakukan troubleshooting
3. Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) 3.1 Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
3.2 Melaksanakan prosedur K3
3.3 Menerapkan konsep lingkungan hidup
3.4 Menerapkan ketentuan pertolongan pertama pada kecelakaan.

B. KOMPETENSI KEJURUAN
1. Rekayasa Perangkat Lunak (070)
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
1. Menerapkan teknik elektronika analog dan digital dasar 1.1 Menerapkan teori kelistrikan
1.2 Mengenal komponen elektronika
1.3 Menggunakan komponen elektronika
1.4 Menerapkan konsep elektronika digital
1.5 Menerapkan sistem bilangan digital
1.6 Menerapkan elektronika digital untuk komputer
2. Menerapkan algoritma pemrograman tingkat dasar 2.1 Menjelaskan struktur algoritma
2.2 Membuat alur logika pemrograman
2.3 Menjelaskan Data Flow Diagram (DFD)
2.4 Membuat diagram alir pemrograman
2.5 Menjelaskan varian dan invariant
2.6 Menerapkan pengelolaan array
3. Menerapkan algoritma pemrograman tingkat lanjut 3.1 Menjelaskan prinsip array multi dimensi
3.2 Mengunakan array multi dimensi
3.3 Menggunakan prosedur dan fungsi
3.4 Menggunakan library pemrograman grafik
4. Membuat basis data 4.1 Mengidentifikasi struktur hirarki basis data
4.2 Menjelaskan Entity Relationship Diagram (ERD)
4.3 Menerapkan normalisasi basis data
4.4 Membuat database management system (DBMS)
5. Menerapkan aplikasi basis data 5.1 Menjelaskan jenis perintah SQL
5.2 Membuat table basis data
5.3 Menerapkan query pada basis data
5.4 Membuat form basis data
5.5 Menerapkan macro pada basis data
5.6 Membuat report
6. Memahami pemrograman visual berbasis desktop 6.1 Menjelaskan IDE aplikasi bahasa pemrograman
6.2 Menjelaskan objek aplikasi bahasa pemograman
6.3 Menjelaskan user interface aplikasi bahasa pemograman
6.4 Menjelaskan tipe file
6.5 Menjalankan aplikasi
7. Membuat paket software aplikasi berbasis desktop 7.4. Menjelaskan menu aplikasi
7.5. Menyiapkan sistem komputer
7.6. Mendemonstrasikan aplikasi paket installer
7.7. Menyimpan installer aplikasi
7.8. Menghubungkan aplikasi dengan basis data
8. Mengoperasikan sistem operasi jaringan komputer 8.1 Menjelaskan fungsi periferal jaringan komputer
8.2 Mengidentifikasikan ketersambungan jaringan
8.3 Mengoperasikan aplikasi jaringan komputer
8.4 Melakukan pemutusan jaringan
9. Menerapkan bahasa pemrograman SQL tingkat dasar 9.1 Menjelaskan konsep pengoperasian bahasa pemrograman (SQL)
9.2 Mempersiapkan perangkat lunak SQL
9.3 Mendeskripsikan menu aplikasi SQL
9.4 Membuat tabel
9.5 Mengoperasikan tabel dan table view
10. Menerapkan bahasa pemrograman SQL tingkat lanjut 10.1 Menentukan formula pembentukan data dengan batasan waktu
10.2 Membuat prosedur dan fungsi
10.3 Menulis kode program pembangkitan data dengan batasan waktu
10.4 Mengoperasikan trigger
11. Menerapkan dasar-dasar pembuatan web statis tingkat dasar 11.1 Menjelaskan konsep dasar dan teknologi Webpage
11.2 Menjelaskan struktur dokumen HTML
11.3 Menambahkan objek pada web
11.4 Membuat tabel pada web
11.5 Membuat Link pada web
11.6 Menyimpan dokumen
11.7 Menguji dokumen
12. Membuat halaman web dinamis tingkat dasar 12.1 Menjelaskan konsep pembuatan halaman web dinamis
12.2 Mempersiapkan lingkungan teknis
12.3 Membuat halaman web dinamis sederhana
12.4 Menambahkan fungsi-fungsi pada halaman web dinamis
12.5 Menguji halaman web dinamis
13. Membuat halaman web dinamis tingkat lanjut 13.1 Menjelaskan konsep pemrograman web dinamis
13.2 Mempersiapkan pembuatan aplikasi
13.3 Membuat web menggunakan bahasa script
14. Merancang aplikasi teks dan desktop berbasis objek 14.1 Menjelaskan dasar-dasar pemrograman
14.2 Menerapkan fungsi
14.3 Menerapkan pointer
14.4 Menjelaskan class
14.5 Merancang aplikasi berorientasi objek
15. Menggunakan bahasa pemrograman berorientasi objek 15.1 Menggunakan tipe data control program
15.2 Membuat class
15.3 Membuat inheritance, polimorphy, overloading, dan friends
15.4 Membuat interface dan paket
15.5 Mengkompilasi program berorientasi objek
16. Merancang program aplikasi web berbasis objek 16.1 Menjelaskan file I/O (Input/Output), tipe data dan variable pada java programming
16.2 Menjelaskan exception handling
16.3 Menjelaskan applet
16.4 Menerapkan konektivitas basis data
17. Membuat aplikasi basis data menggunakan SQL 17.1 Menjelaskan kebutuhan software
17.2 Membuat Entity Relationship Diagram (ERD)
17.3 Membuat Data Flow Diagram (DFD)
17.4 Mempersiapkan lembar kerja Basis Data
17.5 Menggunakan sintaks-sintaks khusus SQL
17.6 Membuat Query Basis Data
18. Mengintegrasikan basis data dengan sebuah web 18.1 Menjelaskan prosedur pengintegrasian sebuah basis data dengan sebuah situs web
18.2 Mempersiapkan basis data
18.3 Membuat login pada basis data
18.4 Membuat koneksi basis data pada web
18.5 Menguji konektivitas basis data pada web
19. Membuat program basis data 19.1 Menjelaskan konsep pembuatan DBMS berbasis Client-Server
19.2 Menggunakan SQL
19.3 Menggunakan stored procedures
19.4 Menggunakan triggers
19.5 Menggunakan administrasi SQL
19.6 Menjelaskan struktur program aplikasi
19.7 Menerapkan SQL
20. Membuat aplikasi web berbasis JSP 20.1 Menjelaskan kebutuhan software
20.2 Menjelaskan dasar-dasar JSP
20.3 Membuat aplikasi web berbasis JSP
20.4 Menyiapkan server untuk aplikasi web berbasis JSP
20.5 Menyimpan state (kondisi) ke dalam server dan client.

KAMERA PANASONIC MD 10000

Bagaimanakah cara mengoperasikan Kamera Panasonic MD10000Jelaskan :
1. Menu apa saja yang terdapat dalam kamera tersebut?
2. Bagimana langkah membersihkan head kamera?
3. Berapa Zoom yang ada pada kamera Panasonic MD10000?
4. Ada berapa konektor yang bisa terhubung dengan kamera Panasonic MD10000? Sebutkan!
5. Bagaimana langkah memasukan kaset miniDV yang benar?

JAWAB:
1. Menu-menu dalam kamera Panasonic MD 10000
• AC Adaptor, DC input lead and AC main head
• Battery pack (lithium-ion)
• Infra-red remote controller
• External stereo microphone
• S-video cord• AV cord
• Shoulder strap
• Head cleaning tape
• Lens cap
• Panasonic NV-MD10000 manual

2. Cara untuk membersihkan head kamera :
1. Cleaning tape digunakan dengan durasi tidak lebih dari 10 detik dalam posisi record. Jangan menggunakan cleaning tape untuk waktu lebih dari 10 detika karena akan memperpendek usia head drum anda.
2. Cleaning tape yang anda miliki tampaknya tidak memerlukan cairan (semprot). Untuk DV camcorder, cara membersihkan head drum dengan disemprot mohon dihindari karena dapat merusak head drum.


3. Zoom yang ada pada kamera Panasnic MD 10000Kualitas lensa kelas menengah dengan optical zoom sebesar 16X cukup untuk shooting dalam keadaan biasa. Disertakan pula digital zoom 'hanya' sampai 10x untuk menjaga distorsi gambar tidak terlalu banyak. Perlu diketahui, bahwa zoom secara digital akan membuat ketajaman gambar berkurang. Pada intinya Panasonic MD1000 ini didesain sebagai kamera professional dengan penggunaan yang semudah kamera amatir.


4. Konektor yang terdapat dalam kamera Panasonic MD 10000 ada 5, yaitu :
1. S-Video
2. Firewire
3. USB
4. Audio-video
5. HDMI


5.Cara memasukan kaset mini DV yang benar
• Cari kemudian buka tempat dimana kaset harus diletakkan (ada di sebelah kanan )
• Tunggu hingga bagian dalam kamera tersebut terangkat dan membuka sendiri.
• Masukkan kaset mini DV (bagian yang berwarna merah berada di bawah dan bagian yang berlubang berada di dalam).
• Tekan bagian dalam kaset tempat diletakan, tunggu hingga bagian itu turun sendiri , kemudian baru tutup bagian luar tempat kaset .

Diposkan oleh n@biL@ di 12:45 0 komentar

Senin, 23 November 2009
Trailer Film 2012 dan peringatan NASA 2013

Fenomena tentang 2012 ini memang kuat sekali, entah darimana dan bagaimana awal mulanya tiba-tiba banyak sekali video tentang 2012 yang saya temukan di website youtube.com , prediksi/perkiraan/rekaan tentang 2012, sampai bahkan industri film pun membuat film tentang 2012 ini. Isinya tentunya sangatlah “mencengangkan” sekali entah itu semua bersumber dari fakta asli atau rekaan/khayalan… tapi tak apalah namanya juga film harus dibuat menarik. Berikut ini salah satu trailer film 2012 yang rencananya akan segera release :
Tolong cermati artikel ini dengan akal pikiran yang sehat, saya tidak bermaksud menakut-nakuti, atau mencari sensasi, sampai bahkan mempengaruhi kehidupan kalian semuanya. Sejujurnya saya tidak begitu percaya bahwa manusia bisa meramalkan hari kiamat, Saya percaya hari kiamat itu hanya TUHAN YANG TAU kapan dan bagaimana itu terjadi… berikut ini hanyalah rekaan kecil dan prediksi dari pikiran manusia. Dalam ajaran islam ada tulisan tentang kiamat mikro dan kiamat makro, saya rasa kalian semua sudah tau apa itu artinya jadi tidak perlu saya jelaskan lagi… Saya pernah menulis tentang “vision” mama lauren tentang 2012 ini, akan tetapi ternyata mama lauren malah menyebut tahun 2013, entah disengaja atau tidak disengaja NASA pun mengeluarkan peringatan prediksi tentang KEMUNGKINAN terjadinya badai matahari yang terkuat/puncaknya pada pertengahan May 2013. Hmmm… mungkin kita semua sudah tahu bagaimana dan apa akibatnya badai matahari ini… yang paling mudah kita lihat adalah tidak berfungsinya semua alat elektronik seperti contoh mudahnya satelit, listrik padam, dan lain-lain. Ada juga peringatan dari Albert Einstein tentang teori “pole shift” (pelajari bagaimana teori pole shift bisa membuat matahari seolah terbit dari barat dan terbenam ditimur) yaitu dimana bumi akan berhenti ber-rotasi dan perlahan berbalik arah rotasi karena adanya objek yang memilik medan gravitasi/magnetik yang lebih kuat dari bumi yang mampu mempengaruhi rotasi bumi (seperti halnya gravitasi bumi mempengaruhi rotasi bulan), tentunya ini pastilah objek yang sangat-sangat besar… Sampai saat ini belum ada berita tentang planet nibiru yang ramai dicari ini…
Nostradamus “A big object heading to our planet, it will reach by 2012 but it wont hit us“

Albert Einstein “Warned about pole shift”

Cermati dan telaah semuanya dengan akal pikiran yang sehat. Jangan ceroboh, sebaiknya kita bersiap saja, perbanyak amal ibadah, berhenti perang dengan sesama, berhenti merusak alam, kita adalah satu, MANUSIA. Dengan adanya ini bukan berarti saya mengatakan tahun 2012 atau 2013 atau 2014 akan terjadi hari kiamat, saya tidak tahu pasti, semuanya saya serahkan pada TUHAN yang mengatur, ini semua hanyalah rekaan manusia kecil yang cukup kita pelajari.

Bagi seorang pemula menggunakan kamera analog sering menemukan kendala baik dalam proses pemotretan maupun dari kualitas foto yang dihasilkan. Misalnya : gambar yang kurang sempurna, kesulitan dalam menentukan fokus suatu objek, serta gambar objek yang tak langsung terlihat seperti hasil foto yang sebenarnya. Belum lagi proses pencetakan yang memerlukan ruang gelap dan hasil foto yang tidak bisa diperbaiki/diedit.

Sedangkan apabila anda memotret dengan menggunakan Kamera Digital, anda akan dimudahkan. Dengan menggunakan fasilitas yang ada, Anda dapat menggunakannya dengan mudah, walau anda bukan seorang fotografer profesional. Materi ini akan memperkenalkan kepada anda tentang konsep Kamera Digital, bagian-bagian dan teknik pengoperasiannya.

1. Pengertian Kamera Digital


Dilihat dari proses dan hasil perekaman gambar pada Kamera Digital dapat didefenisikan bahwa Kamera Digital merupakan perangkat perekam gambar yang menyimpan data gambar dalam format digital. Kamera Digital termasuk produk teknologi digital (perangkat digitizer) dengan kemampuan mengambil input data analog berupa frekuensi sinar dan mengubahnya ke bentuk mode digital elektronis.


Cara kerja Kamera Digital hampir sama dengan Kamera Analog. Perbedaan yang mendasar dapat dilihat dari tabel berikut :
2. Media Penyimpanan Foto

Kamera analog (kamera biasa) menggunakan lensa untuk mentransfer hasil foto ke dalam negative film dari cahaya yang ditangkap. Negative film ini merupakan media penyimpannya, dan sangat sensitif terhadap cahaya.






Pada kamera digital perekam gambar menggunakan sensor CCD (Charge Coupled Device) atau CMOS (Complemetary Metal Oxidane Silicon) yang kemudian hasilnya direkam dalam format digital ke dalam media penyimpanan digital semacam Compact Flash, Secure Digital, Memory Stick, dsb. Karena hasil disimpan dalam format digital akan memudahkan untuk ditransfer ke pengolah foto digital semacam komputer, untuk keperluan editing berupa perubahan pada warna, ketajaman, kecerahan dan latar belakang objek.


3. Megapixel Kamera Digital

Kamera digital saat ini sudah memiliki sensor penangkap gambar CCD lebih dari jutaan pixel. Semakin banyak pixel yang bisa ditangkap akan semakin detail dan semakin halus gambar yang dihasilkan. Misalnya : untuk memotret gambar ukuran pos card , Anda cukup membeli kamera digital dengan kapasitas sensor 1 Mega pixel. Kamera dengan kapasitas sensor 1 Mega Pixel ini juga masih mencukupi untuk keperluan gambar di website. Akan tetapi untuk keperluan gambar yang jauh lebih detail maka diperlukan kamera dengan kapasitas sensor 2 Mega Pixel atau lebih. Bagi fotografer profesional kini sudah tersedia kamera berkapasitas 5-10 Mega pixel.

Yang perlu diingat adalah semakin banyak sel-sel sensitif foto yang ditampung dalam chip CCD semakin banyak gangguan-gangguan elektronik yang dihasilkan. Hanya pembuat sirkit elektronik yang cerdik dan canggih yang mampu menangani persoalan ini. Dan sekarang ini memang menjadi persoalan serius, karena belum terlihat siapa penghasil chip CCD terbaik saat ini.

4. Perbedaan CCD dan CMOS


CCD

CMOS

Saat ini banyak kamera digital murah yang menggunakan sensor CMOS dari pada CCD. Apa kelebihan dan kekurangan CMOS dibanding CCD ? CMOS memiliki keunggulan dimana ongkos produksi murah sehingga harga kamera lebih terjangkau. Sedangkan CCD memiliki keunggulan dimana sensor lebih peka terhadap cahaya sehingga pada kondisi redup (sore/malam) tanpa bantuan lampu blitz / Flash masih bisa menangkap objek dengan baik, sedangkan pada CMOS hasil perekaman objek sangat buram.

Bagi seorang pemula menggunakan kamera analog sering menemukan kendala baik dalam proses pemotretan maupun dari kualitas foto yang dihasilkan. Misalnya : gambar yang kurang sempurna, kesulitan dalam menentukan fokus suatu objek, serta gambar objek yang tak langsung terlihat seperti hasil foto yang sebenarnya. Belum lagi proses pencetakan yang memerlukan ruang gelap dan hasil foto yang tidak bisa diperbaiki/diedit.

Sedangkan apabila anda memotret dengan menggunakan Kamera Digital, anda akan dimudahkan. Dengan menggunakan fasilitas yang ada, Anda dapat menggunakannya dengan mudah, walau anda bukan seorang fotografer profesional. Materi ini akan memperkenalkan kepada anda tentang konsep Kamera Digital, bagian-bagian dan teknik pengoperasiannya.

1. Pengertian Kamera Digital


Dilihat dari proses dan hasil perekaman gambar pada Kamera Digital dapat didefenisikan bahwa Kamera Digital merupakan perangkat perekam gambar yang menyimpan data gambar dalam format digital. Kamera Digital termasuk produk teknologi digital (perangkat digitizer) dengan kemampuan mengambil input data analog berupa frekuensi sinar dan mengubahnya ke bentuk mode digital elektronis.


Cara kerja Kamera Digital hampir sama dengan Kamera Analog. Perbedaan yang mendasar dapat dilihat dari tabel berikut :
2. Media Penyimpanan Foto

Kamera analog (kamera biasa) menggunakan lensa untuk mentransfer hasil foto ke dalam negative film dari cahaya yang ditangkap. Negative film ini merupakan media penyimpannya, dan sangat sensitif terhadap cahaya.






Pada kamera digital perekam gambar menggunakan sensor CCD (Charge Coupled Device) atau CMOS (Complemetary Metal Oxidane Silicon) yang kemudian hasilnya direkam dalam format digital ke dalam media penyimpanan digital semacam Compact Flash, Secure Digital, Memory Stick, dsb. Karena hasil disimpan dalam format digital akan memudahkan untuk ditransfer ke pengolah foto digital semacam komputer, untuk keperluan editing berupa perubahan pada warna, ketajaman, kecerahan dan latar belakang objek.


3. Megapixel Kamera Digital

Kamera digital saat ini sudah memiliki sensor penangkap gambar CCD lebih dari jutaan pixel. Semakin banyak pixel yang bisa ditangkap akan semakin detail dan semakin halus gambar yang dihasilkan. Misalnya : untuk memotret gambar ukuran pos card , Anda cukup membeli kamera digital dengan kapasitas sensor 1 Mega pixel. Kamera dengan kapasitas sensor 1 Mega Pixel ini juga masih mencukupi untuk keperluan gambar di website. Akan tetapi untuk keperluan gambar yang jauh lebih detail maka diperlukan kamera dengan kapasitas sensor 2 Mega Pixel atau lebih. Bagi fotografer profesional kini sudah tersedia kamera berkapasitas 5-10 Mega pixel.

Yang perlu diingat adalah semakin banyak sel-sel sensitif foto yang ditampung dalam chip CCD semakin banyak gangguan-gangguan elektronik yang dihasilkan. Hanya pembuat sirkit elektronik yang cerdik dan canggih yang mampu menangani persoalan ini. Dan sekarang ini memang menjadi persoalan serius, karena belum terlihat siapa penghasil chip CCD terbaik saat ini.

4. Perbedaan CCD dan CMOS


CCD

CMOS

Saat ini banyak kamera digital murah yang menggunakan sensor CMOS dari pada CCD. Apa kelebihan dan kekurangan CMOS dibanding CCD ? CMOS memiliki keunggulan dimana ongkos produksi murah sehingga harga kamera lebih terjangkau. Sedangkan CCD memiliki keunggulan dimana sensor lebih peka terhadap cahaya sehingga pada kondisi redup (sore/malam) tanpa bantuan lampu blitz / Flash masih bisa menangkap objek dengan baik, sedangkan pada CMOS hasil perekaman objek sangat buram.

Bagi seorang pemula menggunakan kamera analog sering menemukan kendala baik dalam proses pemotretan maupun dari kualitas foto yang dihasilkan. Misalnya : gambar yang kurang sempurna, kesulitan dalam menentukan fokus suatu objek, serta gambar objek yang tak langsung terlihat seperti hasil foto yang sebenarnya. Belum lagi proses pencetakan yang memerlukan ruang gelap dan hasil foto yang tidak bisa diperbaiki/diedit.

Sedangkan apabila anda memotret dengan menggunakan Kamera Digital, anda akan dimudahkan. Dengan menggunakan fasilitas yang ada, Anda dapat menggunakannya dengan mudah, walau anda bukan seorang fotografer profesional. Materi ini akan memperkenalkan kepada anda tentang konsep Kamera Digital, bagian-bagian dan teknik pengoperasiannya.

1. Pengertian Kamera Digital


Dilihat dari proses dan hasil perekaman gambar pada Kamera Digital dapat didefenisikan bahwa Kamera Digital merupakan perangkat perekam gambar yang menyimpan data gambar dalam format digital. Kamera Digital termasuk produk teknologi digital (perangkat digitizer) dengan kemampuan mengambil input data analog berupa frekuensi sinar dan mengubahnya ke bentuk mode digital elektronis.


Cara kerja Kamera Digital hampir sama dengan Kamera Analog. Perbedaan yang mendasar dapat dilihat dari tabel berikut :
2. Media Penyimpanan Foto

Kamera analog (kamera biasa) menggunakan lensa untuk mentransfer hasil foto ke dalam negative film dari cahaya yang ditangkap. Negative film ini merupakan media penyimpannya, dan sangat sensitif terhadap cahaya.






Pada kamera digital perekam gambar menggunakan sensor CCD (Charge Coupled Device) atau CMOS (Complemetary Metal Oxidane Silicon) yang kemudian hasilnya direkam dalam format digital ke dalam media penyimpanan digital semacam Compact Flash, Secure Digital, Memory Stick, dsb. Karena hasil disimpan dalam format digital akan memudahkan untuk ditransfer ke pengolah foto digital semacam komputer, untuk keperluan editing berupa perubahan pada warna, ketajaman, kecerahan dan latar belakang objek.


3. Megapixel Kamera Digital

Kamera digital saat ini sudah memiliki sensor penangkap gambar CCD lebih dari jutaan pixel. Semakin banyak pixel yang bisa ditangkap akan semakin detail dan semakin halus gambar yang dihasilkan. Misalnya : untuk memotret gambar ukuran pos card , Anda cukup membeli kamera digital dengan kapasitas sensor 1 Mega pixel. Kamera dengan kapasitas sensor 1 Mega Pixel ini juga masih mencukupi untuk keperluan gambar di website. Akan tetapi untuk keperluan gambar yang jauh lebih detail maka diperlukan kamera dengan kapasitas sensor 2 Mega Pixel atau lebih. Bagi fotografer profesional kini sudah tersedia kamera berkapasitas 5-10 Mega pixel.

Yang perlu diingat adalah semakin banyak sel-sel sensitif foto yang ditampung dalam chip CCD semakin banyak gangguan-gangguan elektronik yang dihasilkan. Hanya pembuat sirkit elektronik yang cerdik dan canggih yang mampu menangani persoalan ini. Dan sekarang ini memang menjadi persoalan serius, karena belum terlihat siapa penghasil chip CCD terbaik saat ini.

4. Perbedaan CCD dan CMOS


CCD

CMOS

Saat ini banyak kamera digital murah yang menggunakan sensor CMOS dari pada CCD. Apa kelebihan dan kekurangan CMOS dibanding CCD ? CMOS memiliki keunggulan dimana ongkos produksi murah sehingga harga kamera lebih terjangkau. Sedangkan CCD memiliki keunggulan dimana sensor lebih peka terhadap cahaya sehingga pada kondisi redup (sore/malam) tanpa bantuan lampu blitz / Flash masih bisa menangkap objek dengan baik, sedangkan pada CMOS hasil perekaman objek sangat buram.

it making me happy